Jadi Penjaga Peradaban Demokrasi, Bawaslu Grobogan Simak Arahan Kantor Jadi Rumah Pergerakan
|
Jakarta - Tugas Bawaslu bukan hanya menjaga keadilan Pemilu saja, sejatinya jajaran pengawas Pemilu adalah penjaga peradaban demokrasi.
Untuk itu, sebagai penjaga peradaban demokrasi, jajaran Bawaslu diminta untuk terus membumikan demokratisasi pada setiap sendi kehidupan masyarakat.
Anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono menekankan pesan tersebut dalam arahan dan sambutan Rapat Koordinasi Nasional Evaluasi PPDB dan Hubungan Kerjasama Antar Lembaga Tahun 2025 di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Sabtu (20/12/2025). Bawaslu Kabupaten Grobogan hadir diwakili oleh Koordinator Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas, Amal Nur Ngazis.
Totok mengatakan kerja menjaga peradaban demokrasi ketika tidak ada tahapan Pemilu, tetap dan terus dijalankan jajaran Bawaslu.
"Pengawas Pemilu itu pekerja demokrasi, dan yang harus digarisbawahi oleh Divisi P2H ya, tidak sekedar pekerja demokrasi tapi sedang menjaga peradaban demokrasi, yang mana dimulai dari pemutakhiran data pemilih," ujarnya.
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu RI ini mengatakan tugas pengawasan pemutakhiran data pemilih sangat penting. Karena puncak Pemilu ditentukan oleh konversi suara menjadi kursi yang berbasis dari data pemilih. Totok menekankan jangan sampai konversi suara ke kursi pada puncak Pemilu diwarnai dengan pencurian atau pergeseran suara.
"Sebagai penjaga peradaban demokrasi, tugas kita tidak berhenti, untuk persiapan Pemilu berikutnya. Kita sebagai pengawas, pencegah dan penindak, kita berkelindan dengan demokratisasi," katanya.
*Kantor Bawaslu rumah pergerakan*
Sebagai wujud gerak Bawaslu dalam demokratisasi, Totok menyampaikan lembaga pengawas Pemilu harus bisa sedekat mungkin dengan masyarakat. Maka menurutnya, kantor Bawaslu harus menjadi wadah dan ruang demokrasi substantif.
"Jadikan kantor Bawaslu itu sebagai rumah pergerakan.
Ngomong soal demokrasi, mendampingi demokrasi sepanjang dalam koridor hukum. Kalau aktivis ngomong demokrasi itu akan nyaman. Jadikan kantor Bawaslu itu rumah kedua," ujarnya.
Penulis : Amal Nur Ngazis, S.Sos.I
Editor : Maslugan