Lompat ke isi utama

Berita

Kultum Demokrasi: Ulas Keutamaan Puasa Ramadan, Amalan Dilipatgandakan Seribu Kali

-

Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Grobogan, Nurchamid Mustarom Saat meyampaikan kultum demokrasi, Sesala (3/03/2026).

Purwodadi – Suasana Ramadan diwarnai dengan siraman rohani melalui kegiatan Kultum Demokrasi yang menghadirkan Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Grobogan, Nurchamid Mustarom. Dalam tausiyahnya bertema Keutamaan Berpuasa di Bulan Ramadan, ia menguraikan berbagai keistimewaan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.

Muhamad Mustarom menyampaikan 
Ramadan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, melainkan bulan penuh keberkahan di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.

“Dalam hadis Nabi disebutkan bahwa tidurnya orang yang berpuasa termasuk ibadah. Karena saat ia berpuasa, ia sedang menahan diri dari nafsu dan gejolak syahwat manusia (ghirah). Dengan tidur, seseorang bisa terhindar dari kemaksiatan dan memulihkan tenaga agar lebih fokus beribadah kepada Allah,” jelas Mustarom, Selasa (3/03/2026).

Ia menambahkan, bukan hanya tidur yang bernilai ibadah. Diamnya orang yang berpuasa pun tercatat sebagai tasbih. Bahkan ketika orang berpuasa berbicara hal-hal yang bermanfaat, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala bersedekah.

“Setiap amal orang yang berpuasa dilipatgandakan pahalanya. Amal di bulan Ramadan bisa dilipatgandakan hingga seribu kali lipat. Satu hari puasa di bulan Ramadan nilainya seperti seribu hari puasa di luar Ramadan. Begitu juga shalat, satu rakaat di bulan Ramadan nilainya seperti seribu rakaat di luar Ramadan,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa aktivitas bekerja di bulan Ramadan pun bernilai ibadah tinggi, bahkan diibaratkan seperti jihad fi sabilillah, selama diniatkan sebagai bagian dari pengabdian dan dilakukan dengan penuh integritas.

Menurutnya, keutamaan-keutamaan ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk memaksimalkan Ramadan sebagai bulan pembinaan diri, penguatan spiritualitas, sekaligus momentum meningkatkan kualitas moral dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.

“Kita jadikan Ramadan sebagai madrasah pembentuk karakter. Dari puasa lahir pribadi yang mampu menahan diri, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Penulis: Alif Lathifah

Editor: Humas Bawaslu Grobogan