Saat Pakde Lapor dan PKK Curhat Nasib Orang Sakit ke Bawaslu Kabupaten Grobogan
|
Purwodadi — Isu pelayanan hak pilih orang sakit dalam pemilu menjadi sorotan kelompok rentan dalam diskusi penguatan Kepemiluan. Petugas pemilu dinilai kurang sigap melayani pemilih yang sakit pada saat pencoblosan.
Keresahan itu disampaikan komunitas Paguyuban Kasepuhan Dede Lapangan Purwodadi (Pakde Lapor), Tim Penggerak PKK, hingga Forum Komunitas Difabel Grobogan (FKDG) pada rapat evaluasi dan penguatan kepemiluan.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Grobogan, Fitria Nita Witanti. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas kelompok masyarakat, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan selain untuk silaturahmi juga untuk berbagi informasi kepemiluan kepada masyarakat luas yang diwakili oleh Ibu/Bapak yang hadir. Harapannya, dari forum ini muncul masukan, ide baru, serta strategi kolaborasi untuk mewujudkan demokrasi yang inklusif,” ungkapnya, Selasa (21/04/2026).
Kelompok Rentan dalam Pengawasan Pemilu
Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Kabupaten Grobogan, Amal Nur Ngazis, dalam diskusnya menyoroti pentingnya keterlibatan kelompok rentan dalam proses pengawasan pemilu. Ia menjelaskan kelompok rentan dalam pemilu menjadi salah satu fokus, sebab kelompok ini berpotensi mendapatkan diskriminasi.
Amal mengatakan dalam kajian pemilu, rentan bukan hanya berkaitan dengan hambatan fisik saja.Sepanjang melekat dengan risiko, termasuk di luar fisik mana masuk kategori rentan.
Nah elompok rentan mencakup berbagai elemen, seperti penyandang disabilitas, tahanan dan narapidana, pekerja migran, pekerja perkebunan, masyarakat adat, lansia, perempuan, kelompok minoritas agama, pasien dan petugas rumah sakit, hingga pemilih pemula.
“Ada beberapa peran partisipasi kelompok yang dapat diwujudkan pada kelompok rentan antara lain melaporkan dugaan pelanggaran pemilu, mengawasi proses pemutakhiran data pemilih, mengikuti sosialisasi dan pendidikan pemilih, menjadi relawan atau kader pengawas partisipatif danenyebarkan informasi yang benar tentang pemilu,” jelas Amal.
Data Aduan PDPB Jadi Bahan Evaluasi
Dalam forum tersebut juga dipaparkan hasil laporan yang masuk melalui Posko Aduan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang dibuka sejak Juni 2025. Tercatat sebanyak 261 masukan masyarakat dengan data lengkap telah diterima.
Dari jumlah tersebut, pelapor didominasi oleh laki-laki sebanyak 72,3 persen, sementara pelapor perempuan sebesar 27,7 persen. Data ini menjadi bahan evaluasi penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya dari kelompok perempuan.
Masukan Kelompok Rentan
Dalam sesi diskusi, Daryanti, perwakilan FKDG menyampaikan pelaksanaan pemilu di wilayahnya, khususnya Kecamatan Godong, berjalan cukup baik tanpa kendala berarti. Namun, Daryanti menyoroti masih saja ada petugas lapangan yang tidak cermat dalam pendataan kategori disabilitas pemilih. Seharusnya, petugas mencatat kategori disabilitas pemilih sesuai dengan kondisi riilnya.
Sementara itu, Salim Haris, perwakilan dari Pakde Lapor, yang banyak diisi oleh kelompok lansia, menyampaikan pentingnya perhatian terhadap pemilih lanjut usia. Mereka berharap adanya mekanisme khusus bagi pemilih yang sakit agar tetap dapat menggunakan hak pilihnya tanpa hambatan.
“Kami para lansia siap mendukung pengawasan dan penyelenggaraan pemilu yang lebih baik. Namun, bagi rekan-rekan kami yang sakit, perlu ada solusi agar tetap bisa menyalurkan hak pilihnya,” ungkap Haris.
Perwakilan dari PKK, Ali juga menyoroti pelayanan petugas di lapangan terhadap pemilih lansia yang sakit dan tidak bisa mendatangi TPS. Pemilih akhirnya pasrah tidak bisa menyuarakan hak pilihnya, lantaran tidak ada petugas yang mendatangi pemilih.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Grobogan menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Evaluasi ini diharapkan menjadi pijakan dalam merumuskan strategi pengawasan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan inklusif di masa mendatang.
Penulis: Alf Lathifah
Editor: Humas Bawaslu Grobogan