Struktur Organisasi

Fitria Nita Witanti, M.SI

Fitria Nita Witanti, M.SI

Merupakan wanita kelahiran Kulon Progo, 15 Februari 1987. Wanita ini memiliki sapaan akrab Fitri. Pengalaman menjadi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Brati tahun 2015 merupakan awal karir Fitri di dunia pemilu. Wanita yang memiliki motto “Tomorrow will a better than yesterday”, ini merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Tahun 2014, Fitri pindah ke Grobogan karena mengikuti suami yang berdomisili di Grobogan. Ditambah lagi beliau telah menyelesaikan Pendidikan S2 nya di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta pada tahun 2011. Sebelum menjadi Pimpinan di Bawaslu Grobogan Fitri telah menjadi Dosen tetap di STAI Grobogan. Karena Pengabdiannya di Pengawas Pemilu, untuk sementara Fitri mengambil cuti untuk menyelesaikan pengabdiannya. Wanita satu anak ini selain memiliki beberapa pengalaman di dunia Kepemiluan, seperti menjadi Panitia Pemilihan Kecamatan Brati tahun 2015 dan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten pada Tahun 2017. Sehingga tidak canggung lagi jika saat ini terpilih menjadi Komisioner di Bawaslu Kabupaten Grobogan. Meskipun seorang wanita Fitri tetap semangat dalam menjalani tugas di Bawaslu Kabupaten Grobogan karena dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 92 “Komposisi keanggotaan Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota memperhatikan keterwakilan perempuan paling sedikit 30% (tiga puluh persen).” . Yang kebetulan dalam posisinya sebagai Ketua

**************************************************************************************

Moh. Syahirul Alim, M.H

Merupakan salah satu Komisioner di Bawaslu Kabupaten Grobogan, pria yang akrab dipanggil Irul ini dilahirkan di Pati, 05 April 1975. Berdomisili di Jl. Banyuono 1 No.80 Purwodadi-Grobogan. Di Bawaslu Kabupaten Grobogan, Irul sebagai Koordinator Devisi Sengketa. Berlatar belakang Pendidikan di bidang Hukum menjadikan Irul tidak canggung lagi dalam menduduki posisi ini. Terlebih pengalaman dia di kepemiluan juga cukup membekali dalam membawa amanah di Bawaslu Grobogan. Sebelum menjadi Anggota Bawaslu Kabupaten Grobogan pria yang mempunyai hobi membaca ini juga memiliki pengalaman di pemilu. Diantaranya pernah menjadi Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Grobogan Dalam Pilkada Serentak 2015, kemudian di tahun 2017 menjadi anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Grobogan Dalam Pilgub Jateng. Dan terakhir saat ini mengemban amanah menjadi Anggota Bawaslu Kabupaten Grobogan. Dalam menjali hidup Komisioner Devisi Sengketa ini mempunyai pesan untuk kita semua, yaitu Manusia merupakan ciptaan Tuhan paling sempurna, namun faktanya tidak ada kehidupan yang sempurna bagi manusia. Selalu ada kekurangan, oleh karena itu sebagai manusia kita harus senantiasa memperbnyak rasa bersyukur, karena dengan bersyukur kita dapat menjalani hidup ini dengan mudah tanpa dibebani rasa ingin yang berlebihan. Serta motto yang dijunjung tinggi oleh Bapak 3 anak ini adalah Terbanglah Tinggi Tanpa Menjatuhkan Yang Lain.

**************************************************************************************

Agus Purnama, SE

Dilahirkan pada 19 Agustus 1971, Agus merupakan Koordinasi Devisi Sumber Daya Manusia (SDM) di Bawaslu Kabupaten Grobogan. Koordiv SDM ini dari keluarga sederhana dengan pola Pendidikan yang demokratis. Terlahir dari 3 bersaudara ini, Agus menyelesaikan Pendidikan dari SMP hingga Kuliah di Kota Kudus. Oleh karena itulah dia merupakan sosok yang mandiri. Karena sejak SMP sudah jauh dari orangtua. Di Masa pendidikannya Agus sudah diminta kost di daerah Kudus agar dekat dengan sekolahnya. Sedangkan di Bawaslu Kabupaten Grobogan Agus merupakan koordinator wilayah di Brati, Purwodadi, Toroh, Geyer. Sebelum bekerja sebagai Anggota Bawaslu Grobogan Agus bekerja di Sulawesi Selatan dalam bidang pembibitan udang Windu (Hatchery). Satu tahun di Sulawesi kemudian kembali ke Jawa dan beralih pekerjaan menjadi surveyor kredit kendaraan. Hingga akhirnya pada tahun 1997 Bapak 2 orang anak ini mencalonkan diri menjadi Kepala Desa di desa tempat dia berdomisili. Dan terpilih. Pada tahun 2002 Agus menikah dan sampai saat ini sudah dikaruniai dua orang anak Perempuan dan Laki-laki. Setelah selesai menjabat Kepala Desa pada Tahun 2005, Agus bergerak dalam usaha jasa konstruksi dan pada tahun 2010 mulai berkecimpung dalam kepemiluan dengan menjadi Pengawas Pemilu Kecamatan. Pengalaman dalam dunia pemilu dia dapat saat menjadi Pengawas Pemilu Kecamatan Tahun 2010, kemudian menjadi Pengawas Pemilu Kabupaten pada tahun 2017/2018, Kemudian Pengawas Pemilu Kabupaten pada Pemilihan Guberenur. Dan sekarang menjadi Anggota Bawaslu Kabupaten Grobogan untuk periode 2018/2023. Dalam menjalani hidupnya Bapak berdarah Klambu ini mempunyai motto hidup yang sangat menarik yaitu Hidup Dapat Dipahami Dengan Melihat Ke Belakang, Tapi Juga Harus Dijalani Dengan Berfikir Dan Bertindak Ke Depan.

**************************************************************************************

Desi Ari Hartanta, SP

Merupakan salah satu Komisioner di Bawaslu Kabupaten Grobogan. Beliau membidangi Koordinator Divisi Penindakan. Pria yang akrab dipanggil Ari ini dilahirkan di Karanganyar, 05 Desember 1976. Ari merupakan anak sulung dari 4 bersaudara. Beliau mengawali karir di dunia kepemiluan berawal dari pengalamannya menjadi Pemantau Pemilu pada tahun 1999, lalu menjadi PPS Pilbup Tahun 2011, PPK Pilgub dan Pilpres dan Pileg Tahun 2013, dan PPK Pilbup Tahun 2015, Pengawas Pemilu Kecamatan Tahun 2017. Dalam dunia pemilu Ari pernah mendaftarkan diri dalam rekruitmen Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Grobogan pada Pilbup 2015, namun hanya berkesempatan sampai tahap wawancara dan dirasa memang belum menguasai khasanah di dunia Pengawas Pemilu. Selanjutnya menempa diri lagi sebagai Anggota PPK Kecamatan Purwodadi pada Pilbup 2015 tersebut. Karena ketertarikannya untuk menambah khasanah kepemiluan di bidang pengawasan, ia mendaftarkan diri dan diterima sebagai Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Kecamatan Purwodadi pada helatan Pigub 2018 dan berlanjut untuk Pemilu 2019, memposisikan pada Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga. Berubahnya kedudukan Panwaslu Kabupaten menjadi Badan tetap (Bawaslu Kabupaten), membuat kesempatan untuk mendaftar sebagai calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Grobogan pada bulan Juli 2019. Setelah mengikuti rangkaian seleksi akhirnya lolos menjadi Anggota Bawaslu Kabupaten untuk periode 2018-2023 yang dilantik pada tanggal 15 Agustus 2018 di Jakarta. Sejak kecil Ari tertarik dengan berjualan karena sering diajak Ibu (menemani Ibu Sekolah) berjualan di pasar. Ketika SD berjualan buku tulis kepada teman-teman sekolahnya. Akhirnya ditegur bu Guru karena di sekolah sudah ada koperasi. Pernah berjualan es lilin keliling kampung, balon dan wayang kardus hasil karya sendiri. Waktu kuliah punya usaha kecil-kecilan sablon dan foto panggilan untuk berbagai acara (mantenan, wisuda dll). Yang akhirnya kuliah selesai setelah itu pindah bekerja di Pelabuhan Perikanan Cirebon. Ketertarikan pada penyelenggaraan pemilu adalah ketika melihat Bapak menjadi petugas KPPS di desa. Yang pada saatnya berkesempatan bergabung menjadi petugas Pemantau Pemilu tahun 1999. Bapak 3 anak ni mempunyai motto yang cukup menarik yaitu Sesungguhnya Sesudah Kesulitan Itu Ada Kemudahan. Sejak berkeluarga tahun 2004 sudah tinggdal di wilayah Kabupaten Grobogan, namun tahun 2007 baru memutuskan untuk menetap sebagai warga Kabupaten Grobogan. Dari sini mulai bersosialisasi dengan lingkungan secara intensif seperti ikut aktif dalam kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (BKM) Maju Lestari Mandiri Desa Putat Kec.Purwodadi Kabupaten Grobogan, dan membiasakan dir beraktifitas sebagao relawan terkait dalam pemberdayaan masyarakat, serta mencoba mengabdikan diri untuk menjadi bagian penyelenggara Pemilu dari tingkat bawah.

*******************************************************************************************

Sakta Abaway Sakan, S.H.

Sakta Abaway Sakan S.Ag adalah salah satu Komisioner Bawaslu Kabupaten Grobogan melalui Penggantian Antar Waktu (PAW). Sakta menggantikan Komisioner sebelumnya yang diberhentikan atas putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena Kode Etik. Sesuai dengan hasil rapat pleno Sakta mendapat kepercayaan menjadi Koordinator Divisi Pengawasan.
Sakta Abaway Sakan dilahirkan di Grobogan, 10 November 1975, yang merupakan lulusan IAIN Surakarta tahun 2001. Semasa kuliah Sakta dikenal aktif dalam organisasi di dalam maupun di luar Kampus IAIN Surrakarta. Sakta Menikah dengan Nur Agni Rulliatna pada tahun 2007 dan dikaruaniai dua orang putra yang bernama Zaumar Mumtaz Tazabbanhawa dan Baraza Mumtaz Mahila Syamur. Sakta juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan warga sekitar Dworowati VI baik kegiatan keagamaan maupun kegiatan sosial.
Terkait dengan bidang kepemiluan bukan hal yang asing lagi bagi bapak dua anak ini, sebelum menjadi Komisioner Bawaslu Kabupaten Grobogan, ia pernah terlebih dahulu menduduki jabatan Komisioner KPU Kabupaten Grobogan selama tiga Periode, periode pertama tahun 2003-2008, periode kedua tahun 2008-2013 dan periode terakhir kembali dipercaya kembali untuk menjadi anggota KPU Kabupaten Grobogan tahun 2013-2018. Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemiluhan Umum untuk menjadi Anggota KPU hanya dibatasi 2 periode saja
Untuk tetap bisa berpartisipasi dalam bidang kepemiluan, bapak dua anak ini mencalonkan Anggota Bawaslu Kabupaten Grobogan. Tetapi dalam Seleksi tahun 2018 Sakta hanya menduduki peringkat VI sehingga tidak bisa menjadi Anggota Bawaslu Kabupaten Grobogan yang pada saat itu dibutuhkan hanya peringkat 1 sampai 5. Tetapi dikarenakan ada Putusan DKPP terhadap pemberhentian salah satu Anggota Kabupaten Grobogan, Sakta berhak menggantikan posisi Anggota Bawaslu Kabupaten Grobogan
Pengalaman dalam bidang kepemiluan sebelumnya memberi bekal awal yang cukup untuk membawa amanah sebagai Komisioner Bawaslu Kabupaten Grobogan. Selain menjadi Komisioner KPU selama tiga periode Sakta juga pernah mencicipi bidang Advokasi. Selain itu Pria yang berdomisli di Jl. Dworowati 6 ini juga hobi berolahraga badminton untuk menjaga fisiknya. Dalam hidup Sakta juga memiliki motto yang cukup menarik yaitu Orang sukses akan mengambil kesulitan sebagai peluang, orang gagal memandang kesulitan sebagai penghambat dirinya.