Bawaslu Grobogan Gandeng Penghayat Kapribaden di Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME, Ini Pembahasannya
|
Purwodadi – Momentum peringatan Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, 13 Juli 2026, dimanfaatkan Bawaslu Kabupaten Grobogan untuk memperkuat semangat demokrasi yang inklusif dengan menggandeng komunitas Penghayat Kapribaden dalam sebuah podcast bertajuk Merawat Kepercayaan: Nilai Luhur Penghayat Kepercayaan untuk Demokrasi yang Berintegritas, Senin (13/07/2026).
Podcast ditayangkan melalui kanal YouTube Bawaslu Kabupaten Grobogan dilaksanakan di kawasan Platar Candi Joglo Purwodadi, sebuah ruang budaya yang sekaligus menjadi simbol pelestarian kebudayaan serta keberagaman di Kabupaten Grobogan.
Perbincangan menghadirkan Muhadi, Penghayat Kapribaden sekaligus pengelola Candi Joglo Purwodadi, bersama Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Grobogan, Amal Nur Ngazis. Jalannya dialog dipandu oleh host Alif Lathifah.
Mengangkat tema tentang nilai-nilai luhur penghayat kepercayaan dalam membangun demokrasi yang berintegritas, podcast ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat pemahaman masyarakat bahwa demokrasi yang sehat dibangun di atas penghormatan terhadap keberagaman, kesetaraan hak, dan partisipasi seluruh warga negara tanpa terkecuali.
Dalam kesempatan tersebut, Muhadi mengapresiasi penetapan 13 Juli 2026 sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, penetapan tersebut merupakan bentuk pengakuan negara terhadap keberadaan para penghayat kepercayaan yang selama ini terus berupaya menjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa.
"Penetapan Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa menjadi bentuk apresiasi pemerintah kepada para penghayat. Kami merasa diberikan ruang yang sama sebagai warga negara, memiliki kedudukan yang setara, serta memperoleh pengakuan atas hak-hak kami. Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Muhadi.
Bagi Bawaslu Kabupaten Grobogan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas pengawasan partisipatif dengan merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas penghayat kepercayaan. Demokrasi yang berintegritas, menurut Bawaslu, hanya dapat diwujudkan apabila seluruh kelompok masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam menjaga proses demokrasi.
Koordinator Divisi (Kordiv) Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Grobogan, Amal Nur Ngazis, menegaskan penghayat kepercayaan memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mengawal demokrasi.
"Melalui kolaborasi ini kami ingin menunjukkan pengawasan pemilu adalah tanggung jawab bersama. Ke depan kami berharap teman-teman Penghayat Kapribaden dapat bergabung sebagai pengawas partisipatif, bahkan tidak menutup kemungkinan ikut berkontribusi sebagai penyelenggara pemilu. Semangat inklusivitas harus menjadi bagian dari demokrasi yang kita bangun bersama," tegas Amal.
Sebelumnya Bawaslu Kabupaten Grobogan telah melakukan riset kolaborasi penghayat kepercayaan pada Pemilu dan Pemilihan 2024 dan menghasilkan sebuah buku.
Melalui podcast ini, Bawaslu Kabupaten Grobogan tidak hanya menghadirkan ruang edukasi publik, tetapi juga mengirimkan pesan demokrasi harus mampu merangkul seluruh elemen. Pengakuan terhadap keberagaman menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Penulis: Alif Lathifah
Editor: Humas Bawaslu Grobogan