Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Grobogan Matangkan Persiapan Pembelajaran P2P

-

Training of Trainers (TOT) persiapan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), Rabu (10/06/2026).

Purwodadi – Bawaslu Kabupaten Grobogan terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang akan digelar pada 15 Juni 2026 mendatang. Berbagai aspek teknis dan substansi kegiatan dibahas secara mendalam dalam kegiatan Training of Trainers (TOT) yang dilaksanakan di Aula Bawaslu setempat, Rabu (10/06/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam program Rabu Pintar (RAPI) tersebut menjadi wadah diskusi internal bagi jajaran Bawaslu Kabupaten Grobogan untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif bagi peserta P2P.

Dengan waktu pelatihan yang terbatas, jajaran Bawaslu Kabupaten Grobogan mendiskusikan model pembelajaran, pengaturan waktu, metode diskusi hingga konsep ice breaking.

Staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten Grobogan, Ryan Puspita, sebagai pemantik diskusi dalam kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh peserta untuk memberikan masukan terkait desain pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta yang berasal dari kalangan pelajar.

Gandeng Pemilih Pemula

Ketua Bawaslu Kabupaten Grobogan, Fitria Nita Witanti, menegaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan salah satu upaya strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi dan pengawasan pemilu sejak dini kepada generasi muda.

“Pendidikan Pengawas Partisipatif bukan hanya sekadar kegiatan pembelajaran, tetapi menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal nilai-nilai demokrasi, kepemiluan, dan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi. Saya harap timer setiap pembelajaran tertata dengan baik. Fasilitator dapat mengemas kegiatan setiap sesi lebih menarik agar tidak monoton," tutur Fitria

Menurutnya, keberhasilan kegiatan P2P tidak hanya ditentukan oleh materi yang diberikan, tetapi juga metode penyampaian yang mampu membangun partisipasi aktif peserta.

“Kami ingin peserta tidak hanya mendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam setiap sesi. Oleh karena itu, metode pembelajaran yang interaktif, diskusi kelompok, simulasi, dan berbagai aktivitas pendukung menjadi bagian penting yang kami siapkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi (Kordiv) Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kabupaten Grobogan, Amal Nur Ngazis, menjelaskan kegiatan P2P tahun ini akan diikuti oleh 40 siswa dan siswi tingkat SMA/MA sederajat dari berbagai sekolah di Kabupaten Grobogan.

“Peserta yang akan mengikuti kegiatan ini merupakan pelajar yang diharapkan dapat menjadi agen-agen pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Mereka nantinya tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai kepemiluan, tetapi juga nilai-nilai integritas, kepedulian, dan partisipasi dalam demokrasi,” jelas Amal.

Ia menambahkan pemilihan kawasan Candi Joglo Purwodadi sebagai lokasi kegiatan diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan menyenangkan.

“Konsep kegiatan di ruang terbuka menjadi salah satu upaya untuk menciptakan pengalaman belajar yang berbeda sehingga peserta lebih nyaman, aktif berdiskusi, dan mudah memahami materi yang disampaikan,” ujarnya.

Di sisi lain, Kordiv Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Kabupaten Grobogan, D. Ari Hartanta, menekankan pentingnya penyusunan materi yang mampu membangun kesadaran kritis peserta terhadap berbagai potensi pelanggaran pemilu.

“Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif, kami ingin mengenalkan kepada generasi muda pengawasan pemilu bukan hanya tugas penyelenggara, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama. Kesadaran tersebut perlu ditanamkan sejak dini agar mereka memiliki kepedulian terhadap kualitas demokrasi di masa depan,” kata Ari.

Ia berharap para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam menyebarluaskan semangat pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing.

Di ahir sesi Ketua Bawaslu Kabupaten Grobogan menegaskan agar seluruh fasilitator dapat membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran setiap sesinya agar waktu dapat terorganisir dengan baik.

Penulis: Alif Lathifah

Editor: Humas Bawaslu Grobogan