Kultum Demokrasi: Kwarcab Ajak Generasi Muda Aktif dalam Pengawasan Partisipatif
|
Purwodadi – Perwakilan Pusat Data dan Informasi Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Grobogan (Kwarcab Grobogan) menyampaikan Kultum Demokrasi bertajuk peran Gerakan Pramuka dalam pengawasan partisipatif pemilu. Ada tiga perwakilan dari kwarcab yang menyampaikan kultum demokrasi ini, yakni Naimatul Fauzia, Misbah Syahrul dan Odisyandini Widayanto.
Dalam penyampaiannya, perwakilan Kwarcab Grobogan menegaskan pemilu yang jujur dan adil tidak hanya bergantung pada penyelenggara dan pengawas pemilu, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk generasi muda.
“Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam pengawasan partisipatif karena Pramuka mendidik karakter disiplin, kejujuran, tanggung jawab, kepemimpinan, serta kepedulian sosial. Nilai-nilai ini sejalan dengan semangat pengawasan pemilu yang partisipatif,” jelas Misbah, (Selasa,16/03/2026).
Nilai pramuka selaras dengan pengawasan pemilu
Dalam kultum tersebut dijelaskan nilai dasar kepramukaan yang tertuang dalam Dasa Dharma Pramuka dan Trisatya Pramuka memiliki keterkaitan erat dengan semangat menjaga demokrasi. Nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta cinta tanah air dinilai sangat relevan dalam mendorong terciptanya pemilu yang berintegritas.
Melalui nilai-nilai tersebut, anggota Pramuka diharapkan mampu menjadi generasi muda yang tidak hanya memahami demokrasi, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga prosesnya agar tetap jujur dan adil.
Dalam diskusi kultum tersebut juga disampaikan generasi muda memiliki peran penting sebagai agen pendidikan politik yang positif. Anggota Pramuka dapat mengedukasi teman sebaya, khususnya pemilih pemula yang telah berusia 17 tahun ke atas, untuk memahami pentingnya pemilu bersih serta menolak segala bentuk praktik politik uang.
Selain itu, Pramuka juga diharapkan menjadi pelopor pengawasan partisipatif dengan mengamati dinamika pemilu di lingkungan sekitar, mengingatkan masyarakat agar tidak melanggar aturan, serta melaporkan apabila menemukan pelanggaran melalui jalur yang tersedia.
Perwakilan Kwarcab Grobogan juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menangkal penyebaran informasi palsu atau hoaks yang sering muncul pada masa pemilu.
“Pramuka dilatih untuk berpikir kritis dan beretika, sehingga tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Literasi digital sangat penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun politisasi SARA,” jelas Fauzia.
Bentuk keterlibatan pramuka dalam pengawasan pemilu
Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan beberapa bentuk keterlibatan pramuka dalam mendukung pengawasan pemilu. Di antaranya melalui sosialisasi pemilu bersih di sekolah atau pangkalan Pramuka, kampanye anti politik uang, serta edukasi kepada pemilih pemula agar tidak mudah terpengaruh isu yang menyesatkan.
Selain itu, Pramuka juga dapat berperan dalam memantau lingkungan sekitar terkait isu pemilu serta mendokumentasikan apabila terjadi dugaan pelanggaran.
Di akhir kegiatan, perwakilan Kwarcab Grobogan mengajak seluruh generasi muda untuk menjadi pelopor demokrasi yang berintegritas dengan menerapkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keterlibatan pramuka dalam pengawasan partisipatif tidak hanya membantu menjaga kualitas pemilu, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap kehidupan demokrasi.
“Gerakan Pramuka adalah garda terdepan generasi muda yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Dengan keterlibatan aktif dalam pengawasan pemilu, Pramuka tidak hanya belajar demokrasi, tetapi juga turut menjaga integritas pemilu,” kata Odis.
Penulis: Alif Lathifah
Editor: Humas Bawaslu Grobogan