Jumat Sehati, Tingkatkan Disiplin dan Produktivitas Kerja di Era WFH
|
Purwodadi – Bawaslu Kabupaten Grobogan mengikuti kegiatan Jumat Sehati: Membangun Budaya Disiplin, Produktif Kerja dan Hidup Sehat yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah secara daring. Kegiatan diikuti dari kedudukan masing-masing, Jumat (19/06/2026).
Pimpinan, Koordinator Sekretariat beserta jajaran sekretariat bergabung dalam zoom ini. Jumat sehati diawali dengan senam bersama secara virtual yang dipandu oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya menjaga kebugaran dan kesehatan jajaran di tengah penerapan pola kerja fleksibel.
Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi terkait penguatan budaya kerja disiplin dan produktif dalam pelaksanaan work from home (WFH).
Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, menegaskan penerapan WFH tidak boleh mengurangi semangat kerja dan kedisiplinan pegawai. Menurutnya, meskipun hari Jumat menjadi hari pelaksanaan WFH, seluruh jajaran tetap dituntut menjaga produktivitas dan kualitas kinerja.
“Meski hari Jumat ada WFH, tidak ada salahnya kita terus meningkatkan kedisiplinan kerja. Produktivitas harus tetap terjaga meskipun bekerja dari rumah,” ujarnya.
Sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Bawaslu Nomor 17 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Bagis Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Sekretariat Jenderal Bawaslu, Sekretariat Bawaslu/ Panwaslih, dan Sekretariat Bawaslu/Panwaslih Kabupaten/Kota. Dalam edaran tersebut dijelaskan adanya penyesuaian tugas kedinasan work from office (WFO) selama tiga hari dalam satu minggu, yaitu Senin, Rabu dan Kamis. Sementara Work From Home (WFH) dilakukan pada Selasa dan Jumat.
Dalam penjelasannya Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Yessie Yunius, menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik antara sekretariat provinsi dengan kabupaten/kota, termasuk antara kepala sekretariat dan staf. Menurutnya, pelaksanaan WFH harus menghasilkan capaian kerja yang terukur.
“WFH tidak hanya dimaknai bekerja dari mana saja, tetapi harus menghasilkan outcome yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Selama pelaksanaan WFH seluruh sekretariat harus tetap koordinasi dengan pimpinan. Jangan sampai tidak bisa dihubungi, sehingga HP harus selalu ON”, jelas Yessie.
Penguatan tata kelola pelaksanaan WFH juga disampaikan oleh Kepala Bagian SDM Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Tri Ardiyanto Bay. Ia menjelaskan jajaran Bawaslu Provinsi Jawa Tengah menerapkan sistem presensi yang disertai laporan hasil pekerjaan selama WFH. Setiap pegawai diwajibkan mencatat seluruh pekerjaan yang dilaksanakan sebagai bentuk akuntabilitas pelaksanaan tugas dan jabatan.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, M. Rofiuddin, mengajak seluruh jajaran untuk membangun persepsi yang sama terkait pola kerja di tengah kebijakan WFH. Menurutnya, kesamaan persepsi diperlukan agar tidak terjadi perbedaan pemahaman yang dapat mengurangi efektivitas pelaksanaan tugas.
Ia menjelaskan di tingkat provinsi, absensi WFH dilakukan bersamaan dengan pencatatan pekerjaan yang telah dikerjakan oleh masing-masing pegawai. Pola tersebut diharapkan dapat diterapkan di seluruh Bawaslu kabupaten/kota agar WFH tidak dimaknai sebagai hari libur, melainkan tetap sebagai hari kerja yang produktif.
Lebih lanjut, Rofiuddin menekankan pelaksanaan tugas tidak hanya sebatas menyelesaikan pekerjaan rutin, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi. Salah satunya melalui pembelajaran mandiri salah satu contohnya dengan membaca berbagai regulasi, peraturan Bawaslu, surat edaran, maupun surat keputusan yang menjadi landasan pelaksanaan tugas pengawasan.
Menanggapi kegiatan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Grobogan, Fitria Nita Wiranti, menyampaikan nilai-nilai yang dibangun dalam program Jumat Sehati sangat relevan untuk memperkuat budaya kerja di lingkungan Bawaslu.
“Jumat Sehati menjadi pengingat bahwa disiplin, produktivitas, dan kesehatan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan. Bawaslu Kabupaten Grobogan berkomitmen untuk terus membangun budaya kerja yang akuntabel, produktif, dan berorientasi pada hasil, baik saat bekerja di kantor maupun melalui skema WFH,” ujar Fitria.
Di akhir paparan, Rofiuddiun menutup dengan sebuah quotes yaitu “Sebaik apa pun sistem, jika orangnya tidak baik maka sistem tidak akan berjalan. Sebaliknya, seburuk apa pun sistem, jika orangnya baik maka ia akan tetap menjalankan sistem dengan baik,” tegasnya.
Penulis: Alif Lathifah
Editor: Humas Bawaslu Grobogan