Lompat ke isi utama

Berita

Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Grobogan: Puasa Mengajarkan Integritas dalam Menjaga Demokrasi

-

Tangkapan layar youtube saat  Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Grobogan, Andik Waluyo menyampaikan kultum demokrasi, Sabtu (14/03/2026).

Purwodadi – Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Grobogan, Andik Waluyo, menyampaikan Kultum Demokrasi mengenai penekanan ibadah puasa tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga mengajarkan nilai integritas yang penting dalam kehidupan demokrasi.

Mengawali kultumnya, Andik menyampaikan apresiasi kepada jajaran Bawaslu Grobogan yang telah memberikan kesempatan untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan pesan demokrasi di bulan suci Ramadan.


Puasa sebagai Sarana Pembentukan Karakter

Menurut Andik, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan makna puasa sebagai sarana pembentukan karakter. Ia menilai puasa mengajarkan manusia tentang kesabaran, keikhlasan, serta integritas dalam menjalankan perintah Allah SWT.

“Dalam ibadah puasa, hanya kita dan Allah yang mengetahui bagaimana kita menjalankannya. Di situlah integritas kita diuji, apakah kita benar-benar menjalankan puasa dengan sungguh-sungguh atau tidak,” ujarnya, Sabtu (14/03/2026).

Ia menjelaskan jika seseorang mampu menjalani ibadah puasa dengan baik, maka nilai-nilai tersebut seharusnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya adalah dalam konteks demokrasi dan penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil.


Pemuda Muhammadiyah Konsisten Mengawal Demokrasi

Lebih lanjut, Andik menegaskan Pemuda Muhammadiyah sejak masa reformasi telah konsisten berperan aktif dalam mengawal proses demokrasi dan kepemiluan di Indonesia. Menurutnya, terwujudnya pemilu yang bersih dan adil membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.

“Pemilu yang bersih dan adil tidak bisa diwujudkan oleh satu pihak saja. Semua elemen masyarakat harus terlibat dan tidak boleh membiarkan praktik-praktik kecurangan seperti politik uang dan pelanggaran lainnya terjadi,” jelasnya.


Menguatkan Integritas dalam Kehidupan Demokrasi

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam menjaga integritas demokrasi. Baik sebagai pemilih, peserta pemilu, maupun penyelenggara, setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kualitas demokrasi.

Andik menambahkan setelah umat Islam diuji integritasnya melalui ibadah puasa, selanjutnya integritas tersebut juga diuji dalam kehidupan sosial dan demokrasi. Oleh karena itu, setiap pilihan dan pekerjaan hendaknya diniatkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Momentum puasa ini menjadi kesempatan bagi kita untuk belajar menahan diri, belajar ikhlas, dan menjaga integritas. Nilai-nilai itu harus terus kita bawa bahkan setelah Ramadan berakhir,” katanya.

Ia berharap nilai-nilai yang dipelajari selama bulan Ramadan dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun demokrasi yang berintegritas serta mendorong masyarakat untuk selalu menjadikan kebaikan dan ketakwaan sebagai tujuan utama dalam setiap tindakan.

Penulis: Alif Lathifah

Editor: Humas Bawaslu Grobogan