Lompat ke isi utama

Berita

Ikuti KOS Pramuka, Bawaslu Kabupaten Grobogan Siap Rekrut 40 Kader Pengawas Partisipatif

-

Bawaslu Kabupaten Grobogan saat mengikuti Kursus Orientasi Singkat (KOS) Gerakan Pramuka secara daring di aula kantor, Kamis (24/04/2026).

Purwodadi - Seluruh pimpinan dan jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Grobogan mengikuti kegiatan daring Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Bawaslu melalui Kursus Orientasi Singkat (KOS) Gerakan Pramuka di aula kantor. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Kamis (24/04/2026).

Acara berlangsung satu hari penuh mulai dari jam 09.00 -16.00 WIB. Dengan diikuti oleh Bawaslu Kabupaten/Kota se- Jawa Tengah.

Kursus ini merupakan persiapan untuk pengembangan pengawas partisipatif Satuan Karya Adhyasta Pemilu.

Berbagai materi diberikan di antaranya mengenai kebijakan Gerakan Pramuka, penyelarasan arah pembinaan dan penguatan kelembagaan dalam
menghasilkan anggota Satuan Karya yang kompeten dan berkarakter, dinamika kelompok, fundamental Kepramukaan, PDKM, struktur administrasi, kegiatan dan pembinaan Satuan Karya dan peran, tugas dan fungsi orang dewasa dalam Satuan Karya.

Tujuan dari program ini adalah menginisiasi pembentukan Saka Adhyasta Pemilu sebagai langkah strategis dalam mengembangkan pengawasan partisipatif di masa non-tahapan pemilu, hal ini sesuai amanat UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Program ini diarahkan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda dari Gerakan Pramuka, melalui pendidikan dan kaderisasi pengawasan pemilu.

Target 1.400 Kader Pengawas Partisipatif

Kordiv Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat, Bawasu Provinsi Jawa Tengah Nur Kholiq, menjelaskan pengawasan partisipatif menjadi tanggung jawab Bawaslu di masa pasca elektoral dan dapat dimaksimalkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pramuka.

“Melalui kursus orientasi ini, kita mencari titik temu antara nilai-nilai kepramukaan dan pengawasan pemilu, sehingga dapat berkolaborasi secara maksimal dalam mengembangkan pengawasan partisipatif,” ujar Kholiq.

Ia menyebutkan kursus orientasi yang digelar menjadi tindak lanjut untuk menginternalisasikan nilai-nilai pengawasan pemilu dengan prinsip dasar kepramukaan.

Kholis menambahkan, program ini akan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026 dengan sasaran pemilih pemula. Dalam pelaksanaannya, setiap Kabupaten/Kota ditargetkan mencetak sekitar 40 kader, dengan total kurang lebih 1.400 kader pengawasan partisipatif se- Jawa Tengah yang berasal dari unsur Pramuka. Ini sebagai persiapan menuju Pemilu 2029.

Kolaborasi Bawaslu dan Pramuka

Sementara itu, Ketua Bawasu Provinsi Jawa Tengah Muhammad Amin menyampaikan program ini menjadi langkah awal untuk memberikan pemahaman mengenai orientasi tugas pengawasan partisipatif. Ia menilai, dalam waktu singkat, kaderisasi ini akan melahirkan generasi baru yang memiliki kesadaran demokrasi.

“Dalam kursus orientasi ini akan diberikan gambaran tentang Saka Adhyasta Pemilu dan pemahaman bersama. Harapannya, kita dapat mencetak generasi yang melek demokrasi,” ungkapnya.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah, S. Budi Prayitno saat menyampaikan materi menegaskan dukungan penuh terhadap kolaborasi ini. Menurutnya, Saka Adhyasta Pemilu dapat menjadi sarana pendidikan yang menyenangkan dan bermakna bagi anggota Pramuka dalam memahami proses demokrasi.

“Saka Adhyasta Pemilu harus dikemas dengan metode yang menyenangkan, menantang, sehat, dan aman, sehingga anggota Pramuka bisa belajar sambil praktik dan berdiskusi,” tegasnya.

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan dinamika kepramukaan, program ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung dalam pengawasan pemilu. Dengan demikian, Saka Adhyasta Pemilu diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda yang aktif berpartisipasi dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

Bawaslu Kabupaten Grobogan Siap Cetak Kader Baru

Merespons hal tersebut Kordiv. Pencegahan Parmas dan Humas Bawaslu Kabupaten Grobogan, Amal Nur Ngazis segera menindaklanjuti instruksi Bawaslu Provinsi Jawa Tengah untuk segera merekrut anggota Saka Adhyasta.

“Tahun 2023 kami sudah memiliki Anggota Saka Adhyasta. Beberapa sekolah juga sudah kami sosialisasikan. Berdasarkan instruksi tersebut nantinya kami akan kembali sosialisasi dan merekrut anggota baru,” kata Amal.

Proses rekrutmen nantinya akan mulai digencarkan setelah ada surat instruksi resmi dari Bawaslu Provinsi Jateng. Sosialisasi secara tidak langsung sudah dilakukan baik melalui koordinasi maupun melalui media sosial.

Penulis: Alif Lathifah

Editor: Humas Bawaslu Grobogan