Bawaslu Grobogan ke Pemilih Pemula: Jangan Diam Lihat Politik Uang
|
Purwodadi – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Grobogan mengajak pemilih pemula untuk berani menolak politik uang dan turut mengawal pelaksanaan pemilu agar berlangsung secara jujur, adil, dan berintegritas. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Perundang-undangan Bidang Politik bagi Pemilih Pemula yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Grobogan, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh pemilih pemula bersama guru pendamping dari sejumlah sekolah menengah atas yang tersebar di wilayah Kabupaten Grobogan. Sosialisasi menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara sekaligus membangun kesadaran untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi secara bertanggung jawab.
Ketua Bawaslu Kabupaten Grobogan, Fitria Nita Witanti, menegaskan politik uang merupakan salah satu bentuk pelanggaran yang perlu dicegah bersama. Menurutnya, pemilih pemula memiliki posisi penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat, termasuk dengan tidak menerima maupun terlibat dalam praktik politik uang.
“Pemilih pemula harus berani mengatakan tidak terhadap politik uang. Jangan sampai pilihan politik ditentukan karena pemberian atau imbalan tertentu. Pilih berdasarkan hati nurani dan rekam jejak calon,” tegas Fitria.
Ia menjelaskan, pencegahan politik uang tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemilih pemula sebagai bagian dari kelompok pemilih yang akan menentukan masa depan demokrasi perlu dibekali pemahaman mengenai berbagai bentuk pelanggaran pemilu.
Fitria juga mengajak para peserta untuk tidak bersikap pasif ketika menemukan dugaan politik uang di lingkungan masing-masing. Masyarakat dapat menyampaikan laporan kepada Bawaslu apabila menemukan adanya dugaan pelanggaran di lapangan.
“Kalau menemukan politik uang, jangan diam. Sampaikan kepada Bawaslu agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam mengawal pemilu,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap pemilih pemula tidak hanya menjadi pemilih yang menggunakan hak pilihnya, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan pengawasan partisipatif. Dengan keterlibatan generasi muda, pengawasan terhadap proses demokrasi diharapkan semakin luas dan mampu mendorong terciptanya pemilu yang berintegritas.
Pada sesi diskusi Fitria juga memberikan pertanyaan kepada peserta kaitannya dengan studi kasus politik uang. Mereka pun antusias merespons dengan semangat.
Di akhir pemaparan materi Fitria membagian souvenir kepada siswa/i yang memberikan jawaban tepat pada sesi diskusi tadi.
Penulis: Alif Lathifah
Editor: Humas Bawaslu Grobogan